Jumat, 28 Januari 2022

Prakata

 Di usia 23...

aku masih menjadi anak gadis ibu

meskipun kelak sudah menginjak empat puluh tujuh usiaku aku juga tetap anakmu, hanya saja statusku yang tidak gadis lagi

memasuki baris ke-4, jariku tertahan, dadaku mendadak sesak, otaku memutar ulang memori yang kulalui bersamamu.

bak kaset pita yang diputar mundur dengan radio tape record warna merah lengkap dengan antena yang bisa ditarik ulur milikmu.

anakmu yang tidak pernah tau tentang dunia tulis menulis namun sejak kecil ingin sekali punya nama pena, harus menulis untukmu

sebagai bentuk kenang-kenangan kala nanti aku tak lagi dapat walau sekedar bertatap, beradu pandang dan saling menerjemahkan kode yang hanya kita berdua pahami

alih-alih mempersiapkan tentang perpisahan, aku lebih memilih untuk mengabadikan tentang kehidupan kami berdua yang kurasa dunia harus mengetahuinya

ibu,,,
sebagai orang pertama yang menerima persembahan tulisan ini, akan kuabadikan bentuk syukur dan rasa terimakaihku atas dunia yang telah engkau berikan kepada anak-anakmu.
berjuta maaf sungguh tidaklah cukup untuk menghapus durhakaku dari waktu ke waktu kepadamu.

serta kupersembahkan untuk engkau semua ibu didunia ini yang telah melahirkan kami anak-anakmu.

kami beruntung kau kehendaki untuk hadir dan menyapamu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

nama yang kau beri

     orang tua yang dikaruniai buah hati memiliki kewajiban untuk memberikan nama sebagai identitas pertama yang ia miliki ketika dilahirkan...