Di usia 23...
aku masih menjadi anak gadis ibu
meskipun kelak sudah menginjak empat puluh tujuh usiaku aku juga tetap anakmu, hanya saja statusku yang tidak gadis lagi
memasuki baris ke-4, jariku tertahan, dadaku mendadak sesak, otaku memutar ulang memori yang kulalui bersamamu.
bak kaset pita yang diputar mundur dengan radio tape record warna merah lengkap dengan antena yang bisa ditarik ulur milikmu.
anakmu yang tidak pernah tau tentang dunia tulis menulis namun sejak kecil ingin sekali punya nama pena, harus menulis untukmu
sebagai bentuk kenang-kenangan kala nanti aku tak lagi dapat walau sekedar bertatap, beradu pandang dan saling menerjemahkan kode yang hanya kita berdua pahami
alih-alih mempersiapkan tentang perpisahan, aku lebih memilih untuk mengabadikan tentang kehidupan kami berdua yang kurasa dunia harus mengetahuinya
ibu,,,
sebagai orang pertama yang menerima persembahan tulisan ini, akan kuabadikan bentuk syukur dan rasa terimakaihku atas dunia yang telah engkau berikan kepada anak-anakmu.
berjuta maaf sungguh tidaklah cukup untuk menghapus durhakaku dari waktu ke waktu kepadamu.
serta kupersembahkan untuk engkau semua ibu didunia ini yang telah melahirkan kami anak-anakmu.
kami beruntung kau kehendaki untuk hadir dan menyapamu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar