Sabtu, 18 Desember 2021

Sempat Membuat Mata Seorang Ibu Berkaca-Kaca, Kehadiran Mahasiswa KKN UNEJ BACK TO VILLAGE 29 disambut Suka Cita Oleh Wali Murid di Desa Yosomulyo, Gambiran, Banyuwang



Sumber : Dok.Wahida

(Gambar 1. Gambar siswa sasaran sambil memegang tulisan KKN UNEJ, 03 Juli 2020)

 

            Sebagai Civitas Akademika, kita tentunya tidak asing dengan tiga pilar dasar yang berperan membangun pola pikir mahasiswa. Ketiga hal tersebut tertuang dalam Tri Dharma Perguruan tinggi yang isinya meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian Kepada Masyarakat. Memasuki bulan Juli 2020, Universitas Jember disibukan dengan salah satu Kegiatan Rutin tahunan sebagai implementasi point pengabdian Masyarakat yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pelaksanaan kegiatan KKN tahun ini cukup menjadi sorotan serta topik yang tidak henti-hentinya menjadi perbincangan dikalangan Mahasiswa khususnya bagi mahasiswa angkatan 2017 yang menjalankan tugas KKN ditengah pandemi Covid-19. Pasalnya berbagai upaya pemerintah serta masyarakat guna mematuhi protokol kesehatan mengakibatkan pelaksanaan kegiatan KKN pada umumnya tidak dapat diterapkan diperiode kali ini. Berbagai hal telah diupayakan oleh pihak kampus, mahasiswa maupun pihak terkait lainya guna mempertahankan esensi pelaksanaan KKN meskipun dalam segala kondisi. Maka dari itu diambilah kebijakan oleh Universitas Jember untuk menjalankan KKN Back to village 2020.

            Berdasarkan kebijakan tersebut, penulis pun menunaikan kewajiban KKN di kampung halaman bertempat di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Penulis memutuskan untuk melakukan kegiatan didesa sendiri karena dinilai desa ini memiliki potensi yang amat besar dan masih perlu adanya pengembangan guna meningkatkan potensi demi potensi yang ada didalamnya. Sektor pertanian, perdagangan, kesehatan, sampai pendidikan dapat diperoleh dengan mudah diwilayah ini.  Lokasi yang cukup strategis, tidak jauh dari pusat pemerintahan serta perekonomian dan akses jalan yang mudah sangat memungkinkan desa ini bisa berkembang menjadi desa adidaya yang dapat menjamin kemakmuran warganya.

            Terkait berbagai sektor yang dapat dijadikan ikon dari desa ini, penulis memfokuskan pada tema pendidikan. Tema pendidikan merupakan salah satu hal yang tidak dapat dikesampingkan kepentinganya guna melahirkan generasi penerus desa bahkan bangsa yang pastinya memberikan banyak kontribusi kedepanya. Didasari latar belakang profesi masyarakat desa yang majemuk serta banyaknya anak usia antara 5-12 tahun didaerah desa RT 05 RW II Desa Yosomulyo menjadi dasar terkuat bagi penulis untuk mengambil tema KKN Program Inovasi Pendukung Pembelajaran Anak Sekolah Saat Covid-19. Permasalahan dari segi profesi, menjadikan wali murid tidak dapat mendampingi proses belajar anak dengan sistem daring pada semester lalu secara optimal. Kesibukan serta tuntutan untuk tetap berpenghasilan menjadi salah satu alasan klasik yang umum terjadi dimasyarakat. Untuk sekelas pegawai negeri maupun para karyawan yang menjalankan WFH (Work From Home) tentu bukan menjadi permasalahan. Namun untuk kalangan pedagang, buruh tani, buruh harian serta beberapa profesi yang dituntut untuk tetap keluar rumah yang notabenya masih gagap akan teknologi tentunya menimbulkan permasalahan. Terkait kemajuan teknologi sebagai media pembelajaran yang harusnya dapat mengoptimalakan proses belajar anak, hanya sedikit dimanfaatkan atau bahkan tidak sama sekali. Belum lagi dengan sistem pembelajaran yang selama ini masih melulu hanya dipandu untuk membaca materi A pada halaman sekian sampai sekian dan diakhiri dengan pemberian tugas tentunya akan menjadi monoton, berefek pada kebosanan siswa serta menimbulkan penumpukan tugas pastinya sangat kurang efektif jika diterapkan pada anak rentan usia tersebut. Padahal, pada rentan usia tersebutlah jiwa kreatifitas anak perlu diasah.

Populasi anak disekitar rumah penulis terhitung sekitar belasan jumlahnya. Keseharianya hanya di isi bermain, bersepeda, mandi disungai, beli snack dan cenderung malas untuk diajak belajar. Kecuali bagi mereka-mereka yang mendapatkan perhatian lebih serta merasa takut kepada orang tuanya jika tidak mau belajar.

“Alhamdulillah mbak, lak Unej ngongkon samean ngewangi aku ngontrol belajare radit. Aku iki ora paham Aplikasi, ngertine kur yutuban, durung maneh lak aku akeh garapan ngelondre, arek e kon belajar angel. Wes ketimbang ngentekne lambe karo nggarain tukaran, bene dolan ae wes.”

Indonesia : “Alhamdulillah jika unej menyuruh mbak untuk membantu saya mengontrol belajarnya radit. Saya ini tidak paham Aplikasi, tahunya hanya Youtube an, belum lagi kalau waktunya menegrjakan Laundry, anaknya susah disuruh belajar. Daripada saya cerewet dan membuat bertengkar, biar main saja sudah anaknya”

Ujar ibu Nita salah satu wali murid yang saya datangi saat sosialisasi program kerja kepada para sasaran yang dilakukan secara dor to dor, seraya mencoba menyeka air matanya





Sumber : Dok.Wahida

(Gambar 1. Gambar sosialisasi penggunaan WEB pembelajaran kepada salah satu wali murid, 04 Juli 2020)

 

 

Sungguh ironi yang sangat menyesakan dada. Selain tidak memiliki kegiatan yang produktif, minimnya penerapan protokol kesehatan yang seharusnya tidak boleh diabaikan selama diluar rumahpun menjadikan permasalahan yang ada dilingkungan saya semakin komplek. Tidak hanya bahaya kesehatan yang membidik anak anak tersebut, namun minimnya literasi, tumpulnya kreatifitas pastinya menjadikan hal ini sebagai permasalahan jangka panjang.

            Berdasarkan paparan diatas, penulis merasa beruntung dengan adanya program ini. KKN Back to village merupakan moment yang tepat untuk mengabdikan diri dikampung halaman setelah sekian lama berguru dan mencari pengalaman diluar daerah. tentunya program kerja ini tidak dapat diselesaikaikan sendiri. Beberapa elemen dilibatkan untuk diajak berdiskusi, mencari solusi serta merampungkan permasalahan ini. Berikut saya lampirkan grand desain dari rule kegiatan saya selama 45 hari kedepan

Minggu ke-1 agenda saya adalah bertemu dengan semua pihak yang terlibat untuk pemaparan lebih terkait program yang akan saya usung. Pembuatan poster permohonan donasi untuk perintisan perpustakaan mini “Omah Kawruh” serta penyusunan beberapa silabus oleh mentor yang nantinya akan diunggah pada Website. Minggu ke-2 melakukan pengumpulan donasi buku, setting dan dekorasi perpustakaan mini, pembuatan dan publikasi SOP kunjungan perpustakaan mini serta monitoring lanjutan dengan persiapan siswa memasuki awal tahun ajaran baru yang akan berlangsung pada tanggal 13 Juli 2020. Minggu ke-3 Soft Opening perpustakaan mini “Omah Kawruh” bersama pihak remaja Mushola Al-Mubarok. Donasi buku masih terus berlangsung sampai waktu tertentu yang belum ditentukan. Pada minggu ini sasaran sudah mulai memasuki minggu pertama pembelajaran, baik secara onsite maupun daring, sehingga pendampingan pembelajaran bisa dimulai pada minggu ini. Peran mentor pembelajaran kepada murid dapat berlangsung mulai minggu ini. Minggu ke-4 kegiatan pada minggu ini dalam segi pembelajaran idem dengan minggu ketiga. Tentunya dengan penyesuaian kondisi yang terjadi dilapangan. Kunjungan perpustakan juga berjalan seperti yang direncanakan. Minggu ke-5 pembelajaran dan kunjungan perpustakaan berjalan seperti 2 pekan sebelumnya. Pada minggu ini mulai memfokuskan untuk melibatkan mentor Kriya untuk mendampingi siswa dalam membuat berbagai hasta karya yang tentunya mengandung nilai edukasi guna memunculkan kreatifitas serta memudahkan pemahaman ilmu pengetahuan kepada anak-anak serta pemanfaatan barang bekas yang menerapkan prinsip recycle dalam pengolahan sampah anorganik. Pendampingan direncanakan tidak hanya satu kali, bisa sampai dua atau tiga kali, baik secara onsite maupun virtual. Minggu ke-6 proses pendampingan pembelajaran dan kunjungan perpustakaan mini berjalan idem dengan pekan sebelumnya. Proses pembuatan cindera mata untuk pihak yang terlibat, serta persiapan hibah perpustakaan dengan pihak remaja mushola. Minggu ke-7 hibah perpustakaan mini untuk masyarakat sekitar, penyerahan cinderamata serta permohonan undur diri dari peserta KKN kepada semua pihak yang terlibat menandakan bahwasanya KKN Back to village akan segera berakhir.

Besar harapan penulis agar semua proker diatas dapat terlaksana dengan lancar. Proker sewaktu waktu dapat berubah menyesuaikan dengan kondisi lapang yang ada. Tentunya dengan dukungan dari semua pihak. Penulis sangat optimis keberadaan KKN Back to Village ini akan memberikan manfaat yang dapat dirasakan serta berkelanjutan bahkan setelah masa KKN ini berakhir. (Wahida Asquria/1701710101083/KKN 29/YOSOMULYO/DPL:LWB)






Kamis, 04 Maret 2021

DEWASA BOLEH PUNYA RASA

seorang manusia ketika dewasa pasti mengharapkan kehadiran cinta yang tidak hanya romantis namun meninggalkan bekas yang indah untuk dikenang. Terlepas dari hal itu,mungkin mereka bisa disebut orang diluar normal,namun bukan tidak mungkin ia mencintai dengan bersembunyi,bersembunyi dari siapapun ketika saat itu kita tak berani mengungkapkanya.
mencintai itu menanti,menanti ketika cinta ini tak kunjung menghampiri.
mencintai itu memberi,memberi apapun yang kita miliki hanya untuk mengharap orang yang kita cintai bahagia.
mencintai itu mempercayai,mempercayai ketika seseorang yang kita cinta sedang jauh dari pelupuk mata.
mencintai itu bertengkar dan memahami,bertengkar mempertahankan argumentasi yang dikeluarkan dari apa yang dianggapnya benar namun memahami semua yang dipertahankan sama-sama memberikan kebaikan.
cinta adalah kebahagiaan,kebahagiaan ketika kau lewati semua perjalanan cintamu dengan senyuman

***
nazwa,pernah merasakan getaran yang berbeda ketika ia sedang berhadapan dengan seorang lelaki,namun ia merasa kali ini berbeda.ia tak menganggap ini cinta,namun hatinya kian lama semakin membuatnya goyah akan keyakinan pikiranya sendiri "ah masak ia...aku,,,..aaah kenapa harus dia" gerutunya dalam hati,namun hati,pikiran,dan apapun yang ia kerjakan selalu meninggalkan sosok lelaki yang tidak begitu populer,ganteng atau apapun yang dapat dibanggakan untuk dicintai,dia adalah teman satu angkatnya.namun nazwa dan ia berbada kelas,nazwa mengenalnya dari teman nya,yang kebetulan.......

Rabu, 03 Maret 2021

TERSESAT DIJALAN YANG TEPAT

 


Foto bersama kelompok Ospek 14 Huller 

alhamdulillah blog ini masih bisa diakses, setelah sekian lama dimati surikan wkwkwkkw
pemanasan, biar ada postingan masa saya kuliah. pinginya terus produktif menulis apapun yang bisa saya tulis, syukur-syukur bermanfaat untuk orang lain. saya sekarang menginjak usia 22 tahun. usia yang matang bukan untuk mulai membiayai hidup sendiri hehehe, meskipun sampai sekarang saya masih jadi beban keluarga. tapi disini saya sedang berjuang untuk mewujudkan mimpi saya menjadi orang mandiri dalam hal apapun. semoga tuhan memudahkan jalan ini, saya terus bisa berkarya, memberi kemanfaatan untuk banyak orang. foto diatas adalah team pertama saya ketika ospek fakultas. jauh sebelum saya sampai pada hari ini dan menulis ini, dulu saya pernah bermimpi untuk masuk UI, lalu geser ke IPB. sudah, tidak ada lagi kampus yang saya mimpikan lagi, dan maha baik tuhan saya dikasih kuliah di Universitas Jember, Teknologi Hasil Pertian. kapan-kapan saya cerita deh, dijurusan saya yang dipelajari apa saja, selama kuliah saya ngapain saja, kenapa saya kok jadinya di UNEJ, bagaimana perjalanan pertemanan, bahkan percintaan adalah salah satu hal yang ingin saya ceritakan. heheheh semoga ada kesempatan dan saya bisa membagikanya.  


nama yang kau beri

     orang tua yang dikaruniai buah hati memiliki kewajiban untuk memberikan nama sebagai identitas pertama yang ia miliki ketika dilahirkan...